Sayangilah Alam yang elok memikat hati
Bab ini saya tulis disebuah obyek wisata, karena turut prihatin menyaksikan banyaknya pengrusakan sumber kekayaan alam oleh manusia, hal yang mungkin dianggap sepele adalah membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Jadi mungkin tidak ada hubungan dengan bahasan penyembuhan diri , namun saya melihatnya ada hubungan antara keindahan alam dan penyembuhan diri, contoh mudahnya jika saya Tanya enak mana bersantai daerah puncak atau di pinggir laut , atau bersantai di dekat Tempat pembuangan Sampah!.
Saya yakin setiap orang termasuk anda, lebih memilih lingkungan yang sejuk, asri dan nyaman. Dan biasanya kita yang tinggal dikota besar yang selalu disibukkan dengan kemacetan, debu dan asap kendaraan serta kebisingan, akan mencari tempat berlibur akhir pekan yang memberikan suasana sejuk, asri dan nyaman serta jauh dari kebisingan, misalnya dengan mengunjungi obyek obyek wisata alam, atau mungkin ke pantai menyaksikan deburan ombak serta merasakan hembusan angin pantai, serta bermain pasir dipantai.
Coba perhatikan sekeliling anda, bisa dipastikan dengan mudah anda menemui gelas plastik bekas minuman yang berserakan di tanah, atau kertas pembungkus makanan, sedangkan tidak jauh dari tempat itu biasanya terdapat tempat sampah. Sungguh ironis budaya kebersihan di masyarakat kita, padahal kita semua menyenangi tempat yang bersih dan asri, namun kita tidak pernah perduli dengan hal hal kecil seperti membuang puntung rokok pada tempat sampah.
Buku ini memang bukan buku panduan pencinta alam, atau buku yang khusus mengajak agar kita membuang sampah pada tempatnya, saya hanya mengajak untuk berpikir bijak bahwa, alangkah nyaman dan indah jika turut menjaga alam dengan memulai dari hal hal kecil, memperlakukan alam yang telah begitu bermurah hati, dengan menjaga kebersihan, sebagai bagian dari alam semesta manusia tidak bisa terpisah dan tetap memiliki hubungan yang saling berkaitan, dimana manusia membutuhkan alam untuk pemenuhan jasmani lewat makanan, dan ketersediaan bahan baku untuk papan, begitu juga kebutuhan manusia akan suasana asri dari alam yang membuat kedamaian di batin, begitu juga alam membutuhkan manusia untuk merawat, melestarikan sumber sumber alam, agar bisa terus dinikmati oleh generasi anak cucu cicit kita, sekarang cobalah anda menghirup udara ditempat yang bersih lagi asri, dengan tempat yang penuh sampah pasti beda rasanya dan anda sepakat untuk lebih memilih menghirup udara ditempat bersih, asri lagi sejuk bukan?.Jadi mulai sekarang santunlah dengan alam dan ikutlah berpartisipasi meskipun dengan cara yang sederhana seperti tidak membuang sampah disembarang tempat.
(Mari kita cintai kebersihan dan kelestarian alam, walau hanya dengan membuang sampah pada tempatnya)
Lama tidak posting di blog jadul ini
2 months ago
0 comments:
Post a Comment